/Dukungan mahasiswa terhadp aksi buruh

Dukungan mahasiswa terhadp aksi buruh

JAKARTA –  Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) yang terdiri dari organisasi mahasiswa  LMND, IISIP, FMN,SMI, KP FMK, Semar-UI, UBK, Ibnu Chaldun, Mercu Buana, Hamas Unas, FIS Mercu Buana, Formasi ISIP, UNJ-API, menyatakan dukungan sepenuhnya dan ikut berperan aktif terhadap aksi mogok nasional (MOGNAS) yang dilakukan serentak di daerah-daerah pada tanggal 24 – 27 November 2015 mengenai penolakan Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tahun 2015 oleh serikat buruh. Dukungan yang diberikan AMI kepada kaum buruh dikarenakan dampak dari upah murah yang diakibatkan oleh PP No. 78 tahun 2015 ini bukan hanya dirasakan kaum buruh saja namun juga dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Bagi kami, penting mahasiswa memberikan dukungannya kepada kawan-kawan buruh untuk memperjuangkan dan melawan politik upah murah dalam kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintahan Jokowi-JK melalui sistem pengupahan yang merugikan dan memiskinkan kelas buruh” ujar Rahmat perwakilan dari FMN dalam konferensi pers yang di selenggarakan AMI di Gedung LBH Jakarta lt 3, jl. Diponegoro, Jakata Pusat pada Rabu (25/11).

Rio Kembara selaku pimpinan SMI cabang Jakarta mengatakan bahwa ada beberapa pasal dalam PP Pengupahan No. 78 tahun 2015 yang bertentangan dengan Undang-Undang (UU) No. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Dalam pasal 44 PP Pengupahan No. 78 tahun 2015 yang menyatakan  penaikan upah berdasarkan formula, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi yang bertentangan dengan amanah UU No. 13 tahun 2003 pasal 88 ayat 4 yang menyatakan Pemerintah menetapkan upah minimum berdasarkan kebutuhan hidup layak (KHL) dan dengan memperhatikan produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. “Kita sudah tidak lagi membicarakan mana mahasiswa ataupun buruh, hari ini kita sama-sama di tindas dengan yang namanya sistem yaitu sistem kapitalisme, hari ini petani, nelayan, mahasiswa dll kita berada dalam sistem kapitalisme global”, jelasnya.

 

Pernyataan sikap yang diberikan Aliansi Mahasiswa Indonesia diataranya :

  1. Mendukung gerakan Mogok Nasional kaum buruh Indonesia pada 24 – 27 November 2015 untuk membatalkan PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
  2. Mengencam tindakan represif yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap buruh yang berdemostrasi menolak PP No. 78 tahun 2015 tentang pengupahan.
  3. Hentikan politik upah murah dan perampasan tanah rakyat.
  4. Nasionalisasi aset strategis nasional untuk Pendidikan dan Kesehatan gratis bagi seluruh rakyat.
  5. Rezim Jokowi-JK antek kaum modal.

 

Nuy juga beranggapan bahwa pendidikan menjadi tanggung jawab orang tua atau keluarga sementara dengan pemberlakuan politik upah murah yang hari ini coba dijalankan oleh rezim ditambah lagi dengan PP No. 78 tahun 2015 jelas akan mempersulit keluarga buruh untuk mengenyam pendidikan tinggi. “Itu menjadi alasan kenapa hari ini kawan–kawan dari gerakan mahasiswa harus bergerak untuk mendukung penuh mogok nasional dan mencabut PP No.78 tahun 2015”, ungkap Nuy. (ayusm)

Be Sociable, Share!