/Gu Cheng, Budaya yang Dihidupkan Kembali di Klenteng Boen Tek Bio

Gu Cheng, Budaya yang Dihidupkan Kembali di Klenteng Boen Tek Bio

LPM Progress, Tangerang Kota – Klenteng Boen Tek Bio yang berlokasi di Jl. Bakti No.14, Sukasari, Tangerang, Banten. Boen Tek Bio adalah klenteng tertua di Kota Tangerang yang dibangun pada tahun 1684.

Para kongsi dagang perkampungan Petak Sembilan secara gotong-royong mengumpulkan dana untuk membangun sebuah klenteng yang bernama Boen Tek Bio ( Boen : sastra, Tek  : kebijakan dan Bio: ibadah­ ) yang disebut klenteng kebijakan yang berada di sekitar benteng atau Wen De Miao oleh Claudine Salmon di bukunya Chinese Epigrapic Materials in Indonesia.

Baca Juga : Meriahnya Suasana Imlek di Klenteng Tertua di Tangerang

Sama seperti di klenteng dan Vihara lainnya, Boen Tek Bio melakukan berbagai acara untuk menyambut Perayaan Hari Imlek. Sejak Senin (5/2/2019) malam mereka bersembahyang dan memanjatkan doa untuk diberikan keberkahan dan rezeki pada tahun yang baru.

“Ramai sekali, sejak Senin pagi kemarin banyak warga keturunan Tionghoa dan warga lainnya yang melakukan ibadah atau berkunjung untuk melihat kesenian Cina di klenteng ini,” kata Romy satpam penjaga keamanan klenteng Boen Tek Bio, Tangerang, Banten.

Baca juga :Imlek, Toleransi, dan Pelestarian Budaya di Klenteng Shia Djin Kong

Ada yang baru pada perayaan Imlek tahun ini di klenteng Boen Tek Bio, yaitu kesenian Gu Cheng. Selain itu akan ada pertunjukan Liong dan barongsai.

Dok. Pribadi/Imam Wahyudin

“Tahun ini sangat menarik beda seperti tahun sebelumnya yang hanya ada Liong dan barongsai karena akan ada kesenian Gu cheng yaitu kesenian semacam alat musik kecapi semalam pada tahun ini,” ujar Sun Ho yang melakukan ibadah di  Klenteng Boen Tek Bio, Tangerang, Banten.

Baca juga :Histori Yang Terhimpit Padatnya Pasar Baru

Pada acara malam imlek kemarin pembina yayasan Boen Tek Bio ada dalam perayaan juga Dewa Rezeki atau Chai Shen Yang. Dewa ini akan membagikan angpau kepada siapa saja yang membutuhkan angpau di sekitar Klenteng yang dilanjutkan dengan pertunjukan liong (tarian tradisional Cina yang menyerupai ular naga –red)

Penulis : Imam Wahyudin

Be Sociable, Share!