/Kakek penjual baju bekas

Kakek penjual baju bekas

LPM Progress – Rohmat, seorang kakek tua yang tinggal sebatang kara di Ibu Kota Jakarta sejak tahun 1990. Dia memiliki 1 orang istri dan 4 orang anak yang tinggal di daerah Karawang, karena tak ingin merepotkan ke 4 anaknya yang sudah berkeluarga dia memutuskan untuk merantau sendiri ke Jakarta dengan perbekalan tas dan koper yang telah usang, berisikan pakaian bekas untuk menyambung kehidupannya di Jakarta.

Sesekali anak dan istrinya menemui dia di tempat dia berjualan, berkali-kali anaknya melarang dia untuk berjualan namun tetap dia bersikeras tidak ingin mengemis kepada anak-anaknya. Tidak ada teman atau sanak saudara yang bisa dia tumpangi di Jakarta, beruntung masih ada kepala RT yang mau menerima dia untuk sekedar merebahkan badannya, melindungi tubuhnya dari dinginnya hujan dan teriknya matahari di teras komplek perumahan Jl. Bekasi Timur VI RT 008 RW 009.

Tidak banyak hal yang bisa dia lakukan dengan keterbatasan pendidikan yang hanya lulusan SD (Sekolah Dasar), keahlian yang minim, sedikit modal yang dia miliki, dan usianya yang saat ini hampir memasuki angka 70.

Setiap hari dia hanya duduk terpekur di samping dagangannya, dia menjual pakaian bekas yang tergantung rapih di pagar rumah orang, pakaian bekas yang dia peroleh dari pemberian orang. Sasaran daganganya pun bukan lah orang-orang yang berduit yang mampu memberikan dia uang lebih, tempat berjualanya pun tergolong jauh dari keramaian. Sehingga hanya pengemis, pengamen, pemulung, dan orang-orang yang kurang mampu lah pembeli daganganya yang tidak dapat masuk untuk membeli pakaian di toko atau pun pasar.

Satu potong pakaian hanya dia patoki dengan harga 5000 rupiah, dengan mahalnya kebutuhan pokok di Ibu Kota Jakarta, 5000 rupiah bukanlah nominal yang dapat mencukupi kebutuhan perutnya. Sehari belum tentu dia menjual satu potong pakaian, dari jam 2 siang sampai 12 malam terkadang sama sekali tidak ada yang membeli barang daganganya. (ayusm)

 

 

Be Sociable, Share!