/Kuliner, Cerminan Kemajuan Sebuah Negara

Kuliner, Cerminan Kemajuan Sebuah Negara

Memasak adalah salah satu cara manusia memenuhi kebutuhan primernya. Lauk pauk yang ada, tidak akan pernah ada jika seseorang tidak memiliki kemampuan dasar memasak. Setiap orang bisa saja memasak, namun belum tentu kemampuan memasaknya menghasilkan makanan yang enak dan lezat, karena itu adalah sebuah taste.

Di era globalisasi ini banyak orang dipenuhi dengan rasa gengsi. Saat membeli makanan lebih suka makanan yang kebarat-baratan, karena terlihat lebih keren. begitu juga pada saat belajar memasak, banyak orang lebih memilih menu masakan eropa. Padahal sebagai orang Indonesia, harusnya kita bisa menunjukan kepada dunia bahwa makanan Indonesia itu lebih enak dan patut diapresiasi.

Dilansir dari sebuah esai yang ditulis Kokok Dirgantoro pada mojok.co “Rahung menulis jawaban atas pertanyaan Presiden Jokowi, mengapa kuliner kita tidak mendunia. Rahung, yang menyebut dirinya Koki Gadungan, dengan gaya yang ringan tapi menusuk ke ulu hati, menjelaskan dengan sederhana: mindset. Selama memasak dianggap kemampuan pinggiran, pekerjaan rendahan, dan hanya skill untuk orang suruhan, maka selamanya dunia kuliner Indonesia tidak akan maju. Selama pelajaran memasak hanya menjadi ekstra kurikuler tanpa mensejajarkannya dengan pelajaran sains atau matematika, maka penghormatan terhadap skill yang langka ini akan tetap rendah. Demikian juga jika mindset pendidikan SMK hingga kuliah yang terkait tata boga melulu menjadikan makanan barat sebagai pelajaran utama, dan terus mengesampingkan khazanah masakan lokal, maka selamanya kuliner kita akan kesulitan untuk mendunia.”

Sebagai contohnya adalah rendang, siapa yang tidak tahu makanan lezat tersebut. Makanan khas Sumatra Utara ini sudah sangat terkenal se-Indonesia bahkan Dunia. Rendang terbuat dari daging sapi yang dimasak dengan santan serta bumbu rempah–rempah. Rasanya yang gurih membuat siapapun yang memakannya tentu saja menjadi ketagihan.

Selain rendang ada juga tempe yang menjadi dikenal di luar negeri karena kelezatannya. Kemunculan tempe berawal saat ada festival kuliner di Jepang. Seorang penduduk Indonesia yang mengikuti festival tersebut menyajikan tempe sebagai makanan yang dijajakan, dan ternyata tempe tersebut disukai oleh warga Jepang.

Makanan khas dari wilayah Indonesia timur lebih tepatnya Maluku yaitu, papeda kuah kuning juga sangat dikenal. Papeda adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar sagu.  Papeda disajikan dengan ikan kuah kuning agar terasa lebih nikmat. Selain papeda ada juga sagu gula aren yang menjadi makanan khas Maluku. Makanan yang berbahan dasar sagu ini dipanggang bersama dengan kelapa untuk kemudian disiram gula aren. Sagu dijadikan makanan pokok di bagian timur Indonesia. Sagu memiliki kandungan karbohidrat sehingga bisa dijadikan makanan pengganti nasi.

Selain sagu ada juga singkong yang bisa kita kenalkan pada dunia. Walaupun hanya direbus, tapi rasa singkong tidak kalah dari burger bahkan steak seharga puluhan bahkan ratusan ribu. Singkong adalah makanan pokok nenek moyang pada zaman dahulu. Walaupun banyak yang bilang bahwa singkong adalah makanan orang pinggiran, tapi singkong termasuk makanan dengan nilai gizi tinggi mengandung serat serta zero kolestrol.

Tetapi tetap saja singkong tidak akan pernah menjadi keju. Lalu mengapa kita tidak membuat singkong setara dengan keju?

Sebagai orang Indonesia yang kaya akan budaya, bahasa, suku dan agama tentunya kita harus bangga terhadap apa yang sudah kita miliki. jika perbandingannya Indonesia diibaratkan singkong dan Amerika adalah keju, mungkin banyak orang akan mengatakan bahwa Indonesia tidak akan mampu seperti Amerika.

Namun jika yakin dan lebih menghargai makanan khas Indonesia dengan membeli mengonsumsi kuliner Indonesia juga melestarikan kebudayaan Indonesia maka kita akan bisa menjadi seperti Amerika. Karena sekarang  orang Indonesia masih suka membeli produk luar, salah satu contoh terbesarnya adalah fastfood. Orang lebih memilih KFC atau Kentucky Fried Chicken ketimbang nasi kucing. 

Nyatanya orang melihat bahwa Eropa dan Amerika adalah Negara maju yang bila diikuti maka negara Indonesia menjadi lebih keren. Kita lupa bahwa kita adalah orang Indonesia yang mempunyai jati diri bangsa, mempunyai ribuan sajian kuliner dari berbagai provinsi yang dapat mengalahkan eksistensi makanan ala Eropa, Amerika, dan Jepang. Semoga kuliner Indonesia dapat diapresiasi dan dikenal dunia.

Be Sociable, Share!