/Mengaktifkan Kembali Hutan Kota, Upaya Pemerintah Wujudkan 30% Ruang Terbuka Hijau

Mengaktifkan Kembali Hutan Kota, Upaya Pemerintah Wujudkan 30% Ruang Terbuka Hijau

LPM Progress – Suku Dinas Kehutanan Jakarta Timur, melakukan pembangunan dan pengaktifan hutan-hutan kota, taman-taman kota serta jalur hijau. Pembangunan ini dilakukan karena 30% wilayah kota harus berbentuk ruang terbuka hijau. Ini merupakan suatu kewajiban setiap wilayah kota dan mempunyai Undang-undang tersendiri. Oleh sebab itu Dinas Kehutanan Jakarta Timur, membangun Hutan Kota Dukuh sebagai salah satu bentuk penghijauan di wilayah Jakarta Timur.

Hutan Kota ini dibangun pada tahun 2010 dengan luas tanah sekitar setengah hektar di Jl. Raya Pondok Gede depan Kampus MH. Thamrin. Sejak dibangunnya Hutan Kota Dukuh ini, banyak warga sekitar berdatangan untuk sekedar melihat-lihat atau menggunakannya sebagai sarana olahraga.

Dok. Progress/Ayu Anggraini

Awalnya Hutan Kota Dukuh ini adalah makam masyarakat dimana hak milik masih atas nama salah satu warga. Atas keinginan salah satu warga yang mempunyai hak atas tanah tersebut, ia menjualnya ke pemerintah. Makam-makan yang ada di wilayah tersebut dibongkar dan dipindahkan ke TPU terdekat.

Di dalam Hutan Kota Dukuh ini terdapat jalan yang digunakan para pejalan kaki untuk mengelilingi hutan, jembatan sebagai hiasan, dan ada dua kolam besar yg belum terisi air. Sejak awal pembangunan serta berbagai jenis pohon yang tidak begitu terawat. Diawal pembangunan saja Hutan Kota Dukuh ini banyak pengunjung karena masih terlihat bagus dan terawat. Pada tahun-tahun berikutnya pengunjung mulai sepi dan tak banyak masyarakat yg berdatangan ke Hutan Kota Dukuh. Tempat ini terlihat menyeramkan karena tidak terawat.

Baca juga : Penanaman Kabel Tanah, Proyek Negara untuk Penataan Kota Lebih Baik

Di pintu masuk hutan pun tak terlihat penjaga seperti awal pembangunan. Sekitar sembilan tahun Hutan Kota Dukuh ini sudah berdiri tetapi baru ingin difungsikan selayaknya hutan kota pada umumnya. Pada tahun ini Kepala Sudin mulai membenahi sedikit demi sedikit hutan kota, dimulai dengan merapikan kembali pintu masuk hutan kota, melakukan pengecatan ulang, membenahi pagar hutan serta pembersihan pohon-pohon yang dianggap tidak perlu.

Dok. Progress/Ayu Anggraini

“Belum terpeliharanya hutan kota ini sehingga tidak banyak warga yg berdatangan, kedepannya akan dibuat semenarik mungkin agar banyak warga yang antusias untuk berekreasi,” ujar Anton Koordinator Pemeliharaan Hutan Kota Dukuh.

Suku Dinas Kehutanan Jakarta Timur, saat ini banyak melakukan pembangunan ruang terbuka hijau. Pada wilayah Jakarta Timur telah terbangun sekitar 15 hutan kota yang difungsikan sebagai tempat rekreasi. Di dalam hutan kota juga ditanami berbagai jenis pohon, pemeliharaan hewan dengan diliarkan, serta sarana dan prasarana seperti toilet umum dan parkiran. Meski tidak begitu luas, parkiran tetap ada agar menjaga keasrian hutan, sehingga tidak tercemar polusi udara dari kendaraan.

Baca juga : Kuliner, Cerminan Kemajuan Sebuah Negara

“Wilayah kota dikatakan ideal apabila 30% wilayahnya adalah ruang terbuka hijau seperti hutan kota, taman kota, jalur hijau dan area biru. Suatu hutan akan dikatakan berhasil jika banyak warga yang datang berkunjung. “ ucap Pak Romy selaku Kepala Sudin Jakarta Timur. Beliau juga berharap dengan sedikit membenahi hutan kota ini menarik minat warga untuk datang. Sehingga fungsi hutan kota pun sesuai dengan apa yang telah direncanakan, agar warga dapat lebih dekat dengan alam.

Penulis : Ayu Anggraini

Be Sociable, Share!