/Indonesia, Menurunnya Minat Baca

Indonesia, Menurunnya Minat Baca

Pada sebuah acara televisi yang saya tonton beberapa waktu lalu, ada pembahasan hangat yang sedang dibahas yaitu rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Ternyata hanya 0.02% masyarakat Indonesia yang gemar membaca buku. Lalu kemanakah sisa masyarakat yang lain? dan mengapa juga keadaan ini bisa terjadi? Apakah yang dapat saya lakukan untuk merubah keadaan tersebut. Pertanyaan itu bermunculan dalam benak saya.

Faktor pertama yang mempengaruhi minat baca seseorang adalah hiburan  yang di siarkan oleh televisi. Jika dilihat dari kenyataan yang ada, masyarakat Indonesia lebih sering terlihat menenoton terlevisi dibandingkan membaca buku. Padahal menonton televise bisa saja berakibat buruk pada remaja. Program- program televise seperti talk show dan sinetron sekarang ini sangat banyak yang tidak mementingkan etika. Para anak- anak dan remaja yang menonton pun kadang ikut terpengaruh oleh siaran yang mereka tonton. Banyak program televise yang kurang mendidik, seperti banyaknya penggunaan kata- kata kasar, gaya hidup bebas yang diperlihatkan depan public, dan masih banyak lainnya. Hal-hal negativ tersebut dapat mempengaruhi pola pikir seseorang karena sudah terbiasa melihat adegan yang seperti itu.

Faktor kedua yang mempengaruhi minat membaca adalah mahalnya harga sebuah buku. Indonesia adalah salah satu negara dengan penjualan buku dengan harga yang mahal. Jika saja bukuku dijual dengan harga yang terjangkau mungkin masyarakat diindonesia akan sering membaca sebuah buku. Hal ini sungguh sangat disayangkan. Padahal, mungkin banyak masyarakat yang gemar membaca, tapi dengan melihat harga buku yang mahal mereka kadang urung untuk membelinya.

Faktor ketiga yang mempengaruhi minat baca adalah banyaknya tempat hiburan untuk menghabiskan waktu. Di zaman modern ini, utamanya para remaja sangat senang untuk berkumpul bersama di suatu tempat. Mereka menyebutnya “nongkrong bareng”. Acara nongkrong ini biasanya diadakan di tempat- tempat yang asik, seperti caffe, mall, bioskop dan banyak lainnya. Apalagi, sekarang ini para anak muda berlomba- lomba pamer di media sosial tentang tempat mana saja yang mereka kunjungi untuk menghabiskan waktu. Pola hidup yang biasa bersenang- senang inilah yang menyebabkan banyak yang lebih memilih menghabiskan waktu dengan cara kumpul bersama teman- teman sepergaulan dibandingkan membaca buku.

Faktor keempat yang mempengaruhi minat baca adalah kurangnya sarana dan prasarana untuk membaca yang diberikan oleh pemerintah. Di Indonesia tak banyak perpustakaan umum yang dimiliki, sehingga orang- orang yang ingin mencari buku harus bepergian jauh untuk membaca. Padahal, jika saja pemerintah mau menyediakan sedikit saja uangnya untuk membangun perpustakaan- perpustakaan kecil yang bisa di tempatkan di tiap- tiap kota tentu saja akan memudahkan orang- orang untuk mencari buku bacaan gratis. Mudahnya mencari buku bacaan yang tersedia di perpustakaan tentu saja dapat mepengaruhi inat baca seseorang.

Keempat faktor tesebut adalah hal- hal yang menyebabkan rendahnya minat baca seseorang. Namun, tidak sepenuhnya faktor- faktor tersebutlah yang menjadi alasan rendahnya minat baca seseorang. Kemauan seseorang untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan adalah faktor penting dalam minat baca seseorang. Terkadang, orang- orang hanya terlalu malas untuk membaca, padahal membaca sangat bermanfaat. Sebaliknya, banyak orang- orang yang memang ingin menambah pengertahuannya dengan cara membaca. Orang- orang inilah yang merasa selalu harus akan informasi. Mereka akan melalui segala cara untuk mendapatkan buku bacaan, walaupun terhalang oleh empat faktor tersebut.

Selain kesadaran dari diri sendiri akan pentingnya membaca buku, peran orang tua juga mempengaruhi minat seseorang dalam membaca. Banyak orang tua yang tidak meperhatikan kegiatan anak-anaknya. Sehingga anak- anak yang sehrusnya rajin mebaca buku justru malas membaca dan lebih memilih untuk bermain. Seharusnya orang tua mengajarkan anak- anaknya untuk gemar membaca, memberitahu anak- anaknya betapa bermanfaatnya membaca.

Gemar membaca memiliki manfaat yang sangat nyata bagi seseorang. Misalnya yaitu dapat membantu membentuk karakter seseorang. Karakter seseorang dapat dilihat dari buku bacaan yang mereka pilih. Karena setiap orang pasti memiliki kesukaan yang berbeda- beda dalam mebaca, misalnya ada yang suka membaca buku tentang kisah horror, buku- buku pelajaran, buku cerita remaja, dan masih banyak macamnya. Selain itu, manfaat yang paling penting dari membaca adalah  mendapatkan ilmu pengetahuan. Setiap kali seseorang membaca pasti selalu ada informasi yang didapatkannya dari hasil membaca. Manfaat- manfaat inilah yang terkadang dilupakan oleh- orang- orang yang malas membaca.

Lalu apakah yang dapat kita lakukan untuk setidaknya meningkatkan minat baca tersebut? “pengabdian masyarakat”. Berbicara tentang pengabdian masyarakat, sebagai mahasiswa adalah keharusan saya untuk memberikan sebuah kontribusi yang dapat mengubah sesuatu agar menjadi lebih baik. Maka ada hal yang sekiranya dapat saya lakukan yaitu membuat taman baca keliling. Memberikan buku-buku gratis untuk dibaca masyarakat, membuat lapak membaca gratis untuk membaca atau membuat perpustakaan kecil di desa-desa. Saya harap dengan begitu mahal nya harga buku tak lagi menjadi kendala untuk tidak membaca buku, Saya harap dengan begitu kurangnya perpustakaan tak lagi menjadi halangan untuk tak membaca buku. Saya harap dengan begitu semua kalangan dapat membaca buku dan menjadi lebih berwawasan lagi. (tina)

Be Sociable, Share!