/Penanaman Kabel Tanah, Proyek Negara untuk Penataan Kota Lebih Baik

Penanaman Kabel Tanah, Proyek Negara untuk Penataan Kota Lebih Baik

LPM Progress – Dapat diamati bahwa penataan di kota-kota besar terlihat kurang menarik dan sangat tidak tersusun rapi. Hal itu dikarenakan banyak faktor, salah satunya adalah penataan kabel dan tiang di sepanjang jalan raya. Sangat beresiko dan dapat membahayakan para penggendara terutama truk-truk besar, tak terkecuali juga motor dan mobil yang sering melintas.

Banyak faktor pemicu yang dapat membuat tiang runtuh dan kabel rusak. Faktor yang sering terjadi ialah pengendara yang kurang berhati-hati, menabrak tiang dan menghambat lalu lintas. Kemudian cuaca seperti hujan dan petir dapat mengakibatkan tiang runtuh serta terik matahari juga dapat memicu kabel cepat rusak.

Di era globalisasi saat ini banyak sekali pembangunan yang dilakukan secara terus-menerus, namun dari pembangunan tersebut menimbulkan banyak sekali dampak kepada masyarakat mulai dari dampak positif juga negatif. Salah satunya penataan kabel dibawah tanah.

Dok. Pribadi/Wandari Azzahra

Bagi masyarakat yang sering melintas tentu saja hal itu membuat mereka jadi lebih sering mengalami kemacetan. Namun dampak positif yang dapat dirasakan nanti jika semua sudah terealisasikan adalah mengurangi jumlah kecelakaan yang sering terjadi di jalan raya.

Baca juga : Kuliner, Cerminan Kemajuan Sebuah Negara

Seperti yang dapat kita lihat saat ini di sepanjang jalan raya Bogor sedang dilakukan penanaman kabel di bawah tanah. Pengerjaan ini dimulai pada bulan Januari 2019, jadi bisa dikatakan bahwa penanaman kabel ini terbilang masih baru sekali. Rencananya pengerjaan ini memakan waktu kurang lebih selesai 1 sampai 2 tahun. Karena untuk menyambungkan kabel dan menanamnya membutuhkan waktu satu minggu untuk sekitar 200 meter kabel.

Ternyata proses penanaman kabel ini tidak semudah yang dilihat, karena jika tanah keras dapat mempersulit pengeboran. Namun jika terjadi hal seperti itu cara untuk melunakkan tanah yaitu dengan menyiram air pada tanah yang keras, agar tanah lunak. Dari awal pengerjaan proyek ini sudah menggunakan air kurang lebih 100 mobil.

Proyek penanaman kabel bawah tanah adalah hasil kerjasama dari PT SAJ (Sentosa Asih Jaya) dengan PT PLN (Perusahaan Listrik Negara). Yang diperkirakan memakan biaya trilyunan untuk merealisasikan penanaman kabel ini. Mereka juga mempekerjakan kurang lebih 200 orang setiap harinya untuk sambung-menyambung dan menanam pipa di bawah tanah.


Dok. Pribadi/Wandari Azzahra

“Rencananya tidak ada lagi kabel-kabel di atas, jadi perlahan nanti kabel ditanam. Tujuannya untuk lingkungan dan penataan kota agar terlihat lebih rapi tidak ruwet.” ujar Muhidin sebagai salah satu pekerja.

Baca juga : Kolaborasi Satu Data dan AJI, Luncurkan Platform Jurnalismedata.id untuk Meminimalisir Hoax

Sejauh ini belum ada kendala yang dirasakan oleh para pekerja, kendala justru dirasakan oleh para pengguna jalan. Mereka terlihat terganggu dengan proses penanaman kabel tersebut, terutama saat hujan tiba. Jika para pengguna jalan ingin berteduh sejenak mereka merasakan kurangnya tempat berteduh. Selain itu, dengan pengerjaan proyek ini tidak sedikit para pengguna jalan yang geram karena penanaman kabel terkadang menganggu mereka saat melintas, merasa tidak leluasa. Namun sampai saat ini tidak banyak masyarakat yang komplain kepada pihak terkait. Dan diharapkan agar masyarakat tidak perlu komplain serta bersabar sedikit untuk proses penanaman kabel.

Karena jika penanaman kabel ini sudah terealisasi yang akan merasakannya adalah masyarakat juga. Dan kemungkinan besar penanaman kabel di bawah tanah tersebut memberikan dampak yang positif kepada para pengguna jalan.

“Kalo ada mobil-mobil tinggi, buat jembatan untuk orang nyebrang gitu kan susah, kalo dibawah kan tidak mengganggu.” ujar Muhidin Karena seperti yang sering kita lihat bahwa banyak kecelakaan terjadi diakibatkan pengendara yang menabrak tiang kemudian membuat lalu lintas tersendat. “Rencana ingin seperti di Malaysia ya, karena Malasysia sudah menerapkan sistem kabel tanam.” tambah Muhidin.

Penulis : Wandari Azzahra

Be Sociable, Share!