/Sin Tek Bio, Meretas Jalan Melintang Zaman

Sin Tek Bio, Meretas Jalan Melintang Zaman

LPM Progress – Jakarta, Vihara Dharma Jaya yang dahulu disebut dengan kelenteng Het Kong Sie Huis Tek (Sin Tek Bio) merupakan salah satu vihara tua yang didirikan pada abad ke-17. Pada abad ke-17 vihara  ini masih terletak di pedalaman, sekitar 5 kilometer di luar tembok kota Batavia yang meliputi Sunda Kelapa, Pasar Ikan, sampai Stasiun Kota.

Mengenai tentang pendirian Sin Tek Bio kemungkinan bersamaan dengan mulai banyaknya para petani etnis Tionghoa yang tinggal di sekitar kebun Chastelein. Berdasarkan data dari perabotan kelenteng, Sin Tek Bio didirikan pada tahun 1698.

Kelenteng Sin Tek Bio sudah melakukan perubahan nama. Perubahan nama dari kelenteng Het Kong Sie Huis Tek menjadi Sin Tek Bio. Perubahan tersebut kemungkinan besar setelah di bukanya Pasar Baru pada tahun 1820. Sejak itulah disebut kelenteng Sin Tek Bio. Selain perubahan nama kelenteng Sin Tek Bio juga mengalami perpindahan. Awal mulanya kelenteng Sin Tek Bio menghadap ke selatan (yang kini menjadi bakmi Aboen). Kemudian pada tahun 1812 (tahun monyet) dipindah ke belakang dan menghadap ke utara (menghadap ke Jalan Samanhudi).

Baca juga : Imlek, Toleransi, dan Pelestarian Budaya di Klenteng Shia Djin Kong

Dahulu kelenteng Sin Tek Bio sangat mudah ditemukan karena letak dari kelenteng tersebut yang berada di tengah keramain pasar baru, atap dari kelenteng tersebut juga dapat terlihat dari jalan raya samanhudi. Pada masa itu depan dari kelenteng tersebut berupa lapangan yang digunakan untuk kandang kuda.

Kemudian seiring berjalannya waktu daerah di  sekitar kelenteng semakin berkembang menjadi banyak berdirinya  toko – toko, akan tetapi sejak di bangunnya gedung Metro Atom Plaza, kelenteng tersebut sudah tidak terlihat dari jalan raya karena tertutup oleh gedung. Untuk orang yang belum mengetahui  daerah tersebut akan sulit menemukan kelenteng tersebut. Karena harus melewati gang – gang kecil yang berada disamping gedung Metro Atom Plaza atau bisa juga melalui gang kelinci.

Sejak Indonesia merdeka , kelenteng ini telah diperbaiki sebanyak 3 kali. Pertama pada pada bulan November 1957 sampai Januari 1958. Perbaikan yang kedua merupakan lanjutan dari perbaikan yang pertama dan selesai pada Oktober 1960. Perbaikan yang ketiga dimulai pada Desember 1988 dan baru selesai pada Maret 1990.

Baca juga : Gu Cheng, Budaya yang Dihidupkan Kembali di Klenteng Boen Tek Bio

Begitulah riwayat singkat Sin Tek Bio yang disusun oleh Bambang S, dan diterbitkan oleh Yayasan Vihara Dharma Jaya Jakarta pada Juli 2006. Hingga sekarang kelenteng tersebut masih berdiri kokoh di tengah keramaian daerah Pasar Baru.

TAGS:
Be Sociable, Share!