/Wacana Penerapan Elektronik Parking di Unindra

Wacana Penerapan Elektronik Parking di Unindra

PROGRESS- Jakarta (21/12) Pertemuan pembahasan mengenai wacana pemberlakuan elektronik parking yang akan di terapkan di Universitas Indraprasta PGRI (UNINDRA) diselenggarakan di gedung Aula PGRI Jakarta, pertemuan yang dimulai sejak pukul 2 siang berlangsung antara pihak lembaga, perwakilan orwama (organisasi mahasiswa) serta pihak perusahaan yang terkait,dalam hal ini adalah PT.Sekarsa anak perusahaan PT.jasa raharja putra salah satu perusahaan asuransi ternama di indonesia. Pertemuan kemarin adalah lanjutan dari pertemuan sebelumnya yang diadakan pihak lembaga dan para orwama, dalam pertemuan kali ini belum ada titik kesepakatan ataupun keputusan yang diambil dari berbagai pihak, masih bertebaran opsi-opsi yang di ajukan dari pihak lembaga dan perwakilan ormawa yang akan di kaji ulang oleh pihak PT.Sekarsa.
Penggunaan elektronik parking ini berdampak pada naiknya harga parkir yang di terapkan di unindra , dari awalnya Rp1000 menjadi Rp1500 jika menggunakan jasa dari perusahaan tersebut, kenaikan Rp 500,- ini bertujuan untuk asuransi kendaraan para mahasiswa dan jika ada kerusakan bahkan kehilangan pihak perusahaan inilah yang akan bertanggung jawab untuk menggantinya.
Karena pererapan elektronik parking ini pertama di unindra banyak sekali hal yang ditanyakan kepada PT.Sekarsa, diantaranya dari ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) “sarana prasarana apa yang di berikan oleh PT.Sekarsa kepada pihak kampus khusunya parkiran? Dan pihak yang bertugas itu dari mana ? ” ujar dimas, perwakilan PT.Sekarsa bpk.Mansyur memberi penjelasan dari pertanyaan dimas “ akan ada CCTV di berbagai sudut, tiket berasuransi, spanduk sosialisasi, dan nanti akan ada 2 petugas dari pihak asuransi tapi ini masih opsi, karena kami ingin berkerjasama juga dengan mahasiswa, kami menawarkan ada 2 mahasiswa yang nantinya akan menjadi petugas dan mendapat uang intensif sebesar 1,5 juta perbulan” tegas bpk. Mansyur.
Penerapan elektronik parking ini hanya akan di uji cobakan di kampus B saja karena di kampus A hanya memiliki lahan kecil dan di kelilingi oleh lahan parkiran warga, “sementara akan di coba di kampus B dahulu “ tegas bpk.taufik selaku warek 3.
Namun dari penjelasan yang di paparkan oleh pihak PT.Sekarsa masih ada hal yang sedikit mengganjal dan menjadi pertanyaan para perwakilan ormawa, karena PT.Sekarsa mengatakan bahwa “hal yang dapat di claim mahasiswa adalah yang melekat di kendaraan saja, kalau ada tas di motor dan tas itu hilang, itu bukan bagian dari claim begitu pun helm bukan bagian dari claim “ ujar bpk.Mansyur. namun dengan adanya CCTV dan petugas yang berjaga hal ini diharapkan tidak akan terjadi. “harapan kedepannya adalah parkiran jauh lebih baik supaya memberi rasa aman dan nyaman kepada para mahasiswa” tutup bpk.hariyanto salah satu pihak lembaga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
(ega)

Be Sociable, Share!